bila kau sempat menyebut namaku
maka sebutlah dengan hati yang lapang
karena kau ada di setiap urat nadiku
meski aku tak berhak lagi memiliki tubuhmu
bila kau sempat menyebut namaku
maka nyanyikanlah dengan suara merdu
karena kau terus hidup di batinku
meski aku tak berhak lagi mencium aroma tubuhmu
bila kau sempat menyebut namaku
maka janganlah engkau menangis
karena kau bukanlah tulang rusukku yang hilang
fardi dg. mattorang
tarakan, 7 april 2009
Bila
Senin, 06 April 2009
Bila
Senin, 06 April 2009
Categories :
puisi ku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 KOMENTAR:
Posting Komentar