Sabtu, 25 April 2009

Sabtu, 25 April 2009

TERPILIH MENJADI WAKIL RAKYAT SEBELUM PEMILU, KOK BISA………?
Penulis
Fardi, Dg. Mattorang

Saya mungkin satu-satunya manusia yang amat beruntung karena , tanpa memasang baliho kampanye, tanpa buat stiker, tanpa sosialisasi, bahkan tanpa mendaftarkan diri sekalipun, saya sudah terpilih menjadi wakil rakyat, mungkin anda bertanya, kok bisa ya…


Menjelang shalat Jum’at saya di kagetkan seorang teman, sebut saja namanya si ucu. Ia tiba-tiba terbangun dari tidurnya, raut wajahnya masih kusut, pakainnya yang berwarna biru nampak basah kuyup ,bahkan sempat kelihatan pucat, tak lama kemudian ia mulai berceita perihal apa yang baru saja di alaminya dalam mimpi. Si ucu berkata bahwa ia terbangun karena mimpi buruk, lantas ia melanjutkan ceritanya bahwa saya di keroyok oleh parak kelompok massa yang membawa apirasi ke DPRD, kemudian saya terhenyak sejenak, kenapa dikeroyok ?, tanyaku menimpali ucapannya, ia tak menjawab apa-apa, membisu dengan ke tidak tahuan.
Saya kemudian membayangkan diri saya sebagai anggota wakil rakyat sebagaimana mimpi teman saya itu,dengan stelan jas hitam, rambut klimis mengkilat, bersepatu kulit dengan map di tangan sembil berteriak teriak kesakitan, muka benjol dan memar. Tapi mengapa mesti saya dikeroyok, apa mungkin terlalu banyak memberikan mimpi-mimpi pada saat kampanye dulu namun tak pernah di tepati, tidak mengabdikan diri sebagai mana layaknya wakil rakyat, lantas di lempari batu ditengah jalan, orang-orang mencibir ketika lewat, perut membuncit karena makan yang tidak selayaknya di makan atau bukan hak ,semunaya begitu saja terbayang dalam imajinasiku yang sangat mengerikan, seperti ikan yang dibakar diatas tungku yang penuh bara yang kemerah-merahan dan sesekali memercikkan bunga api kemudian ikan tersebut tergelepar hingga akhirnya mati dan kulitnya mulai menggosong kemudian di santap beramai ramai oleh para massa itu, uh..pemandangan yang sangat mengerikan.
Sejenak saya terdiam, keningku berkerut,tiba-tiba aku tertawa terbahak-bahak, ada-ada saja mimpi si “ucu”, untung saja itu hanya mimpi, sambil merabah wajahku jangan-jangan benjol betulan pikirku dalam hati. Dengan ilham mimpi itu maka saya mengambil beberapa hikmah bahwa mungkin saja si ucu terlalu terbebani pikirannya dengan hiruk pikuk masa kampanye dan mendekatnya hari pencoblosan yang sebentar lagi di laksanakan, namun apapupun penyebab mimpi si “ucu” moga-moga hanya sebagai bunga-bunga tidur. dengan rasa optimis serta harapan yang besar moga masyarakat mampu memilih wakil-wakil rakyat secara rasonal, memilh yang mampu bekerja secara ikhlas, cerdas, dilandasi dengan etika dan moral sehingga mampu menyalurkan aspirasi rakyat dengan memegang amanah bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan.
dengan melihat pengabdian para caleg dan partai partai sebelum-sebelumnya, maka tentu kita mampu menilai calon-calon yang terbaik sehingga mampu menciptakan calon-calon yang berkualitas. agar nantinya terjadi keseimbangan dalam roda pemerintahan, yang tentunya berdampak pada kinerja pemerintahan yang akan lebih baik.



0 KOMENTAR:

Posting Komentar

 
" WAROENG DEMOCRAZY " ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►